AcehBlogger Ganti Kulit
Situs komunitas blogger asal Nanggroe Aceh Darussalam yang beralamat di AcehBlogger.org sudah bermigrasi dari engine PlanetPlanet menuju Wordpress, berikut skrinsyut yang saya tangkap
Situs komunitas blogger asal Nanggroe Aceh Darussalam yang beralamat di AcehBlogger.org sudah bermigrasi dari engine PlanetPlanet menuju Wordpress, berikut skrinsyut yang saya tangkap
Dari obrolan saya dengan mas kari pada tulisan Dari Diary Hingga Blog, maka agar mempermudah dalam melakukan dokumentasi baik distro Debian maupun distro lain, selain menggunakan OpenOffice untuk membuat file PDF, maka saya menambahkan plugin untuk wordpress, agar setiap pembaca blog saya dapat membaca artikel saya secara offline dengan cara melampirkan email pada akhir tulisan di setiap postingan saya dan pembaca dapat mendownload hasilnya dengan membuka emailnya sendiri, plugin yang saya gunakan dapat Anda unduh disini. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda yang membutuhkannya
dengan tulisan, mari kita berikan hal kecil yang dapat berguna bagi para pecinta open source, akhir kata… tetap semangat para Debianners Indonesia ![]()
Jaman sudah berganti, dulu… sewaktu masa saya duduk di bangku sekolah MTsN ( setara dengan SLTP ), saya sering mendapat diary dari teman-teman, mereka meminta untuk menuliskan sedikit tanggapan mengenai diri sang pemilik diary, hal itu saya temui d saat kenaikan kelas, sekedar kenang-kenangan lha istilahnya :p nah… sekarang ini waktu sudah berlalu, walaupun masih ada yang menggunakan diary namun sekarang ini segelintir orang sudah mulai bermigrasi ke blog, ada banyak cerita di masing-masing blog para blogger ( sebutan pengguna blog ).
Bagi saya pribadi, blog merupakan tempat untuk menuliskan segala kegiatan sehari-hari, namun, saya lebih menjurus ke tempat menuliskan dokumentasi tentang apa yang sudah saya kerjakan, sekarang ini sudah banyak tutorial mengenai teknologi informasi yang tersebar di jagad maya ini, disini saya mengambil tutorial opensource sebagai contohnya, tidak bisa di pungkiri, produk opensource sekarang ini sedang marak di negara kita, namun berbagai artikel masih dalam bahasa inggris atau asing, yang tentunya sangat tidak bersahabat dengan masyarakat kecil, belum lagi mereka tidak dapat mengakses internet seperti yang kita nikmati sekarang ini.
Continue Reading →
Maksud hati ingin mencoba FreeBSD 6.1, Debian saya jadi korbannya…maklum, baru pertama kali install FreeBSD…berhasil? ya berhasil…tapi debian tercinta jadi hilang (akibat kebingungan memilih partisi)
akhirnya saya install kembali Debian dan menghapus FreBSD, setelah cek di setiap partisi, untung saja backtrack yang sebelumnya saya install tidak ikut hilang
, nah selesai install Debian melalui CD Net Install, muncul layar gelap setelah melalui menu Grub, ” Frequency is out of Range “…hmm…ada apa ya? lantas saya boot kembali dan menggunakan backtrack, buka gaim dan mencari tempat untuk bertanya
nah ketemu… ada mas Udienz lagi online
lantas saya bertanya file apa yang digunakan untuk mengatur resolusi layar, ternyata file xorg.conf yang terletak pada direktori /etc/X11 harus di utak-atik
, nah… karena saya menggunakan monitor 15 inc maka saya menambahkan baris yang awalnya seperi ini :
Section “Monitor”
Identifier “philips 105S”
Option “DPMS”
EndSection
Menjadi seperti ini :
Section “Monitor”
Identifier “philips 105S”
HorizSync 31.5 - 60.0
VertRefresh 40-120
Option “DPMS”
EndSection
Semakin lama linux sudah semakin bertambah umurnya, tepatnya berumur 16 tahun (sejak 17 September 1991), artinya linux sudah mulai beranjak dewasa
seiring dengan bertambahnya umur, maka beragam distro linux juga sudah bermunculan…namun sayangnya linux belum banyak di support oleh para pengembang hardware, masih sedikit driver-driver yang ada untuk linux, walau demikian, para pengguna linux jangan merasa khawatir, karena para pengembang linux pasti sudah memikirkan hal ini. Continue Reading →
Sintaks ini dapat di gunakan juga untuk mencari file MP3
-inurl:(htm|html|php) intitle:”index of” +”last modified” +”parent directory” +description +size +(.iso) “opensuse 10.3″
Note: “.iso” merupakan jenis file yang di cari & “opensuse 10.3″ merupakan nama distro beserta versinya.
Bingung juga mo install CMS via Fantastico dapat pesan “You cannot install more than one script in the root directory of a domain”, ujung-ujung’a minta bantuan Google trus dapat dah solusi’a, langkahnya seperti ini :
Nah kelar tu masalah…maklum biasa pake hosting gratisan Hi3x…. ![]()
Beberapa minggu ini saya selalu di kejutkan dengan lambat’a koneksi internet di warnet yg selalu saya kunjungi, warnet ini menggunakan Speedy Office namun d gunakan untuk warnet, dan yang paling menyebalkan…koneksi internet’a d gunakan untuk browsing, download dan game online, bisa di bayangkan…akses’a bakalan lambat
setelah ngobrol ngalor-ngidul sama empu’a warnet, maka sang empu’a pun ingin memakai 2 ISP ( dengan tetap menggunakan Speedy ), maka saya pun menyarankan untuk menggunakan router linux dan si empunya warnet pun setuju.
Nanti’a saya akan menggunakan distro Fedora sebagai router, dan selanjut’a mungkin saya akan migrasikan server’a menggunakan distro Debian GNU/Linux
, saya pikir cara ini dapat d gunakan untuk beralih ke linux secara tahap demi tahap dan tentu saja harus bisa meyakinkan sang empu’a warnet
Mungkin cara berikut dapat saya terapkan nanti’a :
# ip route add $P1_NET dev $IF1 src $IP1 table T1
# ip route add $P1_NET dev $IF1 src $IP1
# ip route add default via $P1 table T1
# ip route add $P2_NET dev $IF2 src $IP2 table T2
# ip route add $P2_NET dev $IF2 src $IP2
# ip route add default via $P2 table T2
Bila default route internet melalui $P1 maka :
# ip route add default via $P1
Untuk melakukan loadbalancing dapat menggunakan perintah :
# ip route add default scope global nexthop via $P1 dev $IF1 weight 1 nexthop via $P2 dev $IF2 weight 1
Keterangan :
$IF1 - interface ke arah ISP1.
$IF2 - interface ke arah ISP2.
$P1_NET network address dari ISP1
$P2_NET network address dari ISP2
$IP1 - ip address $IF1 yg di peroleh dari ISP1
$IP2 - ip address $IF2 yg d peroleh dari ISP2
$P1 - IP address gateway dari ISP1
$P2 - IP address gateway dari ISP2
T1 dan T2 merupakan tabel routing untuk traffic yg d arahkan ke ISP1 dan ISP2
Untuk membuat table T1 dan T2 kita harus menuliskan’a secara manual di file :
/etc/iproute2/rt_tables
Referensi :
“Pedoman Membangun Server Linux” karya pak Onno W. Purbo.
Routing 2 ISP(2IP) 1 Server How to.
Linux Advanced Routing & Traffic Control HOWTO - Chapter 4.
Setelah hampir sebulan ( 2 Okt - 26 Okt ) berada di kampung halaman, kota Banda Aceh…akhirnya aq harus kembali ke Bekasi untuk menempuh pendidikan kembali, banyak pengalaman baru yang aq dapatkan…tidak lupa juga teman2 baru ( The Bungker’s ). Sesampai di Bekasi, pada malam hari’a aq langsung bergegas menuju ke sebuah warnet yang tak jauh dari kost2-an, warnet yang selama ini aq rawat perangkat’a
maklum, internet udah ga bisa lepas lagi dari hari2 qu…wlo cuma sekedar buka pidgin ataupun YM lalu merebahkan badan lantas tertidur pulas
yang penting online…huehue…
Kembali ke warnet, ternyata ada yang baru disana…ada penambahan 6 unit komputer lagi ( awalnya 8 unit ), trus aq cari tau siapa yang bakal memasang jaringan’a…oh, ternyata teknisi lama…dan aq pun bertanya ama OP’a yang ke betulan teman sodara qu, “apakah selama ini ada masalah dengan jaringan’a?” tanya qu, lantas dy menjawab “ga ada bang…”, wah…lega dah ( berarti urusan qu dah beres )…ga mo gangguin teknisi terdahulu, maka aq ambil tempat untuk browsing
dan setelah itu kembali ke kost2an.
Ke esokan hari’a, seperti biasa…aq masih molor di kamar ( klo di lihat se seperti gudang
) dan aq mendapat telepon dari sang tangan kanan empu’a warnet, “haq…bisa datang ke warnet ga?” tanya sangtangan kanan empu’a warnet dari seberang sana, “oce mas…ntar siang yah? masih ngantok ne…” jawab qu
setelah membersihkan diri, maka aq langsung tancap menuju warnet, dan kabar buruk pun terdengar…”komputer baru ndak bisa konek semua’a haq…” kata sangtangan kanan empu’a warnet , wah…ada apa ne dengan teknisi terdahulu? lantas aq mengeluarkan perkakas qu, Cable Tester…setelah di cek ternyata sambungan kabel ke konektor RJ-45 ( bukan semangat 45 lho… :D) ga pas, tanpa pikir panjang langsung da aq pasang ulang dan akhir’a tes koneksi dengan nge-ping ke gateway…syukur dah, sesuai target dari sang empu’a warnet…hari senin perangkat baru harus bisa di gunakan
mantap…dengan begini aq bisa tusuk-tusuk sang tangan kanan’a empu’a warnet untuk pake dual os, ya…ya…aq mo tanam Linux di semua komputer yang ada di warnet, semoga aja tusuk-tusuk’a membuahkan hasil
.

Ga ada kata-kata lain untuk komunitas yang satu ini…MANTAP !!! komunitas yang ga bisa di pandang sebelah mata, pokok’a beda dah ama komunitas yang telah ada…penasaran ? langsung aja dah klik disini, thank’s untuk para The Bungker’s yang udah ngasih kesempatan agar aq dapat bergabung dan berkenalan dengan abang-abang sekalian
…serta menghabiskan masa liburan di markas The Bungker’s ( tempat yang bisa bikin aq “hampir” ga ingat ama rumah huehuehue…
).